Contoh HPP Ayam Geprek (Per Porsi)

Makanan • Contoh Hitungan
HPP / unitRp 11.400
Harga jualRp 20.000
Untung / unitRp 8.600
Margin43%
Jawaban singkat: HPP ayam geprek per porsi (1 potong ayam + nasi + sambal) sekitar Rp 11.400 — ayam adalah bahan termahal kedua setelah nasi di menu warung. Dengan harga jual Rp 20.000, untung bersih Rp 8.600 per porsi (margin 43%) — dan naik signifikan untuk varian level pedas dengan topping. Rincian lengkap di bawah.

🧮 Hitung Versi Kamu Sendiri

Angka di bawah terisi otomatis dari contoh kami. Ubah sesuai harga di kotamu — hasil langsung berubah.

HPP kamu / porsi–
Untung / porsi–
Margin–
–
Hitungan berjalan 100% di browser kamu — tidak ada data terkirim.

Diperbarui: • Oleh Isnan Naufal, pelaku usaha

Bahan dan Harga Beli (Batch 20 Porsi)

Ayam geprek level standar: ayam fillet digeprek, digoreng tepung, disiram sambal matah/bawang, disajikan dengan nasi. Batch 20 porsi untuk satu jualan makan siang.

BahanQty BeliHarga BeliPemakaian / PorsiBiaya / Porsi
Ayam fillet2 kgRp 78.000±100 gRp 3.900
Nasi putih5 kg berasRp 65.000250 gRp 3.250
Tepung bumbu + tepung kriuk1 kgRp 15.000±35 gRp 525
Sambal (cabai rawit, bawang, minyak)1 setRp 30.000—Rp 1.500
Minyak goreng2 literRp 36.000±50 mlRp 900
Kemasan + alat makan20 setRp 14.0001 setRp 700
Gas (proporsional)———Rp 400
Waste 5% (goreng gagal, sambal sisa)———Rp 225
Total bahan 20 porsi = Rp 228.000 → HPP per porsiRp 11.400

Visual: perbandingan HPP, harga jual, dan untung

Kenapa Margin Ayam Geprek Lebih Tipis dari Camilan?

Perbandingan cepat dengan contoh lain di situs ini: nasi goreng margin 40%, pisang goreng 63%. Ayam geprek ada di tengah — karena dua bahan besarnya (ayam Rp 3.900 + nasi Rp 3.250 = 63% dari HPP) tidak bisa ditekan tanpa mengorbankan rasa.

Tapi jangan salah — ayam geprek punya kekuatan yang tidak dimiliki camilan: porsi mengenyangkan = makan utama. Pembeli camilan datang sekali sehari; pembeli makan siang bisa jadi pelanggan TETAP 5x seminggu. Volume yang stabil itulah yang menutup margin lebih tipis.

Uang Tambahan Ada di Varian dan Level

VarianTambahan BiayaHarga JualUntung/Porsi
Geprek standar—Rp 20.000Rp 8.600
+ Keju lumer+Rp 2.000Rp 24.000Rp 10.600
+ Telur mata+Rp 1.800Rp 23.000Rp 9.400
Geprek komplit (keju + telur + es teh)+Rp 5.200Rp 30.000Rp 13.400

Pola “paket komplit” adalah mesin untung ayam geprek: tambahan biaya Rp 5.200 menghasilkan tambahan untung Rp 4.800 — hampir 90% konversi. Dorong paket ini di kasir/papan menu. Simulasi varian lain bisa diuji di kalkulator harga jual.

Titik Impas Ayam Geprek

Contoh biaya tetap warung geprek (sewa Rp 2.000.000 + upah 2 penolong Rp 2.400.000 + listrik/dll Rp 600.000) = Rp 5.000.000/bulan. Margin kontribusi varian standar Rp 8.600:

Titik impas = Rp 5.000.000 ÷ Rp 8.600 = ±581 porsi per bulan (±20 porsi per hari)

20 porsi/hari tercapai di jam makan siang saja kalau lokasinya dekat kampus/perkantoran. Hitung target versi Anda di kalkulator titik impas.

3 Kunci Biaya Ayam Geprek dari Pengalaman

1. Harga ayam fillet berfluktuasi — kunci utama margin. Fillet bisa bergerak Rp 35.000–45.000/kg dalam sebulan. Pasokan stabil ke pemasok tetap, atau kombinasi fillet + ayam karkas paha (lebih murah, rasa tetap oke untuk geprek). Selisih Rp 5.000/kg = Rp 250/porsi = Rp 150.000/bulan di 600 porsi.

2. Sambal adalah identitas — jangan dikompromikan. Biaya sambal Rp 1.500/porsi itu murah untuk apa yang diberikannya: alasan pelanggan memilih Anda. Yang bisa dioptimasi adalah TAKARAN cabai per level, bukan kualitasnya — sambal level 5 yang sama banyaknya dengan level 1 adalah pemborosan yang tidak perlu.

3. Nasi adalah biaya tersembunyi terbesar. Seperti dibahas di contoh nasi goreng: timbang nasi standar (250 g). Nasi “kira-kira” bisa bergeser 20-30% antar porsi — di 600 porsi/bulan itu Rp 200.000 lebih.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Berapa harga jual ayam geprek yang wajar? Rp 18.000–22.000 untuk standar di perkotaan; Rp 15.000 di kota kecil dengan sewa murah. Di bawah Rp 15.000 dengan HPP Rp 11.400, margin hanya 24% — terlalu tipis untuk biaya tetap warung.

Ayam fillet atau ayam utuh dipotong? Fillet lebih praktis dan konsisten; ayam karkas/utuh lebih murah per kg tapi butuh tenaga potong dan hasil tidak seragam. Di bawah 50 porsi/hari, fillet hampir selalu lebih rasional.

Bisakah margin ditingkatkan tanpa menaikkan harga? Bisa lewat tiga jalur: paket komplit (tabel di atas), takaran nasi standar, dan pemasok ayam yang lebih murah. Gabungan ketiganya realistis menaikkan margin efektif 43% → 48-50%.

Seberapa sering harga ayam harus dicek ulang? Setiap minggu. Ayam adalah bahan paling volatil di menu ini — kenaikan 15% harga fillet menggerus Rp 600/porsi tanpa terasa kalau tidak dipantau. Lihat disiplin review HPP di panduan HPP.

Halaman Terkait

(function(){ var s=document.createElement('div'); s.textContent='DESAIN v4.14'; s.style.cssText='position:fixed;left:18px;bottom:70px;font-size:10px;font-weight:700;letter-spacing:.5px;color:#94a3b8;z-index:79;pointer-events:none;font-family:system-ui,sans-serif'; document.body.appendChild(s); })();